Terbuka saat Level Karakter mencapai Lv. 60
Kode: AVE
-1052Waktu: ██████
Isi:
Wah, Aventurine ternyata bisa liburan juga?
Tapi dia jelas tidak benar-benar dalam mode liburan. Meski kelihatannya sedang menikmati sinar matahari dan pantai Astropolis, dia justru melakukan kontak diam-diam dengan berbagai tokoh.
Perangkat diblokir dan rekamannya tidak lengkap, tapi tetap mengungkapkan banyak detail.
Setelah perjalanan di Penacony berakhir, seorang petinggi menyampaikan perintah rahasia kepada Aventurine, sepertinya untuk menugaskannya menjalankan misi yang sangat berbahaya.
Seharusnya dia mengutus bawahannya untuk memeriksa situasi terlebih dahulu, tapi dia malah melangkahkan kakinya sendiri ke Astropolis. Hmph, gaya khas Aventurine.
Menurut dugaanku, misi ini mengarah pada rekan kerjanya.
Tanggal █ bulan █, dia diam-diam bertemu dengan seorang Knight of Beauty. Pesawat orang tersebut menerima komisi dan akhirnya berlabuh di Planet Margus, dunia yang pernah diinvestasikan oleh Opal. Anehnya, setelah seperempat Era Amber berlalu, Planet Margus telah berubah menjadi puing-puing.
Tanggal █ bulan █, dia meminta catatan transaksi senjata berskala besar antara salah satu cabang IPC dan Pteruges-Ⅴ dengan Bank IPC. Melalui penelusuran kepemilikan saham, pengendali sebenarnya di balik itu diduga adalah "Obsidian" dari Sepuluh Orang Berhati Batu.
Tanggal █ bulan █, ada panggilan telepon dari Intelligentsia Guild yang sepertinya mendiskusikan suatu masalah mengenai "Gelombang Gravitasi", dan nada bicaranya terdengar sedikit bersemangat, sesuatu yang jarang terjadi. ①
Tanggal █ bulan █, dia berjalan-jalan di Astropolis, berinisiatif mendekati selebritas internet populer, Ratite, dan mereka berdua menyepakati suatu tantangan.
Tanggal █ bulan █, beli, beli, beli.
Tanggal █ bulan █, beli, beli, beli.
Tanggal █ bulan █, beli, beli, beli.
Tanggal █ bulan █, saldo akun Aventurine secara mengejutkan menjadi nol! Loh? Dia menanggung utang sebesar dua puluh miliar!
Perhitunganku tidak salah, seseorang sudah mulai bertindak.
Namun kelemahannya bukanlah karena enggan melepaskan kehidupan yang nyaman, justru sebaliknya, dia tidak rela melepaskan kesenangan dari bertarung melawan badai.
Sering berjalan di tepi sungai, mana mungkin kaki tidak basah? Air di dalam IPC begitu dalam. Suatu hari nanti dia akan mati di arus bawah yang tak terduga, seolah-olah dia tidak pernah ada.
Utang sebesar dua puluh miliar, bahkan Diamond sekalipun tidak mungkin bisa menghapusnya begitu saja. Sudah kuduga. Apakah ini akan menjadi alur cerita pengorbanan lagi? Sepertinya, dia sudah hancur dengan sendirinya.
Catatan:
① Suara tidak jelas, setelah diputar ulang berkali-kali, sepertinya terdengar kata-kata seperti "penghancuran".
—Catatan telah disinkronkan ke terminal klien