Topeng yang dikenakan para Mourning Actor saat tampil, menyembunyikan raut duka di wajah mereka yang bergetar, tetapi tak mampu menyembunyikan sepasang mata yang berlinang air mata.
Para Masked Fool sering kali mencurigai kesedihan yang diperlihatkan para Mourning Actor itu palsu. Tangisan mereka hanya mengikuti rancangan naskah, siapa yang bisa melihat isi hati mereka yang sesungguhnya?
Dalam Perang Energi Antarbintang yang berkepanjangan, para Mourning Actor dan Masked Fool menjawab panggilan Aeon Elation, maju bersama ke medan perang yang dipenuhi tulang belulang, dan menunjukkan sihir mereka kepada alam semesta.
Kubah langit bergolak dan menyamarkan jejak pasukan. Detik berikutnya, pasukan besar itu telah dipindahkan ke sisi lain lubang cacing. Para tentara saling bertukar pandang dengan bingung, hanya bisa meletakkan senjata di tangan mereka.
"Wahai Mourning Actor, ratapan akibat perang sudah cukup banyak, apa yang bisa kalian lakukan?"
Sebuah gondola yang megah datang dari lautan bintang, dan melodi yang indah menyapu seluruh medan pertempuran.
Detik berikutnya, bintang-bintang padam. Galaksi berubah menjadi panggung yang gelap gulita, dan perang di dunia nyata berubah menjadi ilusi tragedi yang agung.
Para jenderal dan prajurit sama-sama tenggelam dalam drama mimpi tentang kancah perang di mana mereka saling membantai. Mereka yang gugur tak bisa kembali ke rumah, sementara yang bertahan hidup didera kutukan.
"Wahai penjahat yang memusnahkan segalanya, ternyata kamu juga punya ibu, ternyata kamu juga punya anak!" Saat membacakan kalimat ini, topeng yang rusak itu meraung sekuat tenaga.
"Di permukaan bintang ini lima ratus tahun dari sekarang, peluru ini masih membara seperti sedia kala. Tapi di manakah kita berada saat itu?" Di bawah takarir yang senyap, sebuah topeng berlumuran darah menangis tanpa suara.
"Wahai tulang belulang di tepi sungai tanpa nama, orang-orang yang merindukanmu masih menitikkan air mata untukmu ...." Topeng yang tak terhitung banyaknya melantunkan kidung duka itu secara serempak.
....
Masked Fool yang terbuai selalu mendambakan topeng yang dikenakan Actor di atas panggung. Mungkin, pencuri yang paling terkenal di antara mereka adalah seorang wanita bernama Carla Harper.
Dia menyusup ke dalam gondola dan mencuri topeng ketua rombongan demi sebuah lelucon keji - mengungkapkan identitasnya sebagai Masked Fool tepat di puncak tragedi.
Tirai diturunkan, para prajurit pun tersadar seolah baru terbangun dari mimpi dan menyadari betapa konyolnya perang. Mereka bersorak dan mundur seakan-akan baru saja selamat dari maut.
Ketua Rombongan dengan lembut melepaskan topeng Carla Harper dan mendapati wajah wanita itu sudah basah oleh air mata.